Review Film PK dan Dekonstruksi Ulang Cara Kita dalam Beragama

Sebenarnya film ini sudah lama tayang. Review film PK juga sudah ada di mana-mana. Tapi berhubung saya baru sempat menulisnya sekarang, jadi ya baru sekarang saya tulis. Heheh...

Review Film PK atheis

Plot

Jalan ceritanya sebenarnya klasik. Ceritanya mengenai alien yang tersesat di bumi dan takjub dengan orang-orang beragama. Ia juga mendapati tokoh agama yang menggunakan reliji sebagai sarana untuk kemakmuran dirinya. Pada akhirnya ia memberikan pelajaran yang bagus pada manusia dan kembali ke planet asalnya.

Secara umum filmnya bagus. Sayangnya film ini memiliki trait serupa dengan film india lain: terlalu menggurui dan terlalu Aladin. Di balik film ini adalah sutradara dan aktor utama Three Idiot. Makanya jangan heran bila banyak petuah dan kisah ala Aladin seribu satu malam di film PK.

Momen-momen yang terlalu cheesy juga lumayan banyak. Salah satu yang membuat saya mual adalah ketika si Jaggu menelepon kedutaan Pakistan dan menanyakan Safaraz. Wanita penerima telepon dari Kedubes Pakistan pun tampak begitu antusias. Ia lalu mengumumkan dengan kalimat super romantis bahwa Safaraz telah menelepon kedubes Pakistan tersebut untuk mengetahui kabar Jaggu selama beberapa tahun. Aw.. arggghhh... begitulah. :DDDD


Nyanyi-nyanyi dan nari juga hadir sebagaimana film India lainnya. Meski untuk yang satu ini menurut saya malah lebih menarik. Pas dengan adegan yang memang sedang berjalan.
.

Isi Konten yang Mengkritik Agama

Meski saya kurang suka dengan cara bercerita yang menggurui tersebut, tak bisa dipungkiri film ini memberikan banyak kritikan bagus. Salah satu poin utamanya adalah keberaniannya dalam mengkriktik konsep agama dan perilaku umat beragama. Mana ada film Indonesia berani melakukan ini... kalau mengkritik sikap umat beragama mungkin ada sedikit-sedikit. Tapi tak demikian dengan mengkritik konsep keagamaan. 

Di film ini, penggunaan patung Hindu dikritik, konsep dosa warisan kristen dikritik, dan tentu saja sikap mudah marah umat m dikritik.

Menurut saya, film ini sangat cocok bagi yang ingin melakukan dekonstruksi ulang pada agama yang ia yakini. Selama ini, manusia terlalu terikat pada agama sehingga untuk berpikir “agama lain mungkin lebih benar” saja tidak bisa. Dengan film PK Anda akan diajak ke cara pandang baru dari orang yang sebelumnya tak menganut bahkan tak mengenal agama apapun.

0 Response to "Review Film PK dan Dekonstruksi Ulang Cara Kita dalam Beragama"

Post a Comment